
Tulungagung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mencatat masih ada sekolah dasar yang tidak memperoleh murid baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Selain itu, beberapa sekolah lainnya hanya menerima satu hingga dua peserta didik baru,(13/7/2026).
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan dari total 634 SD negeri dan swasta di Tulungagung, terdapat tiga sekolah yang sama sekali tidak menerima siswa baru tahun ini.
Ketiga sekolah tersebut yakni SD Swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.
Menurut Zuyun, kondisi setiap sekolah memiliki penyebab yang berbeda. Di SD Swasta Dlodo, jumlah peserta didik terus menurun dalam beberapa tahun terakhir hingga akhirnya hanya tersisa dua siswa. Selain itu, yayasan juga mengalami keterbatasan tenaga pendidik sehingga berencana menghentikan operasional sekolah.
“Dua siswa yang masih tersisa telah dipindahkan ke sekolah lain sesuai permintaan orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, nihilnya murid baru di SDN 4 Besuki dipengaruhi kondisi demografi dan letak geografis. Sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk terbatas tersebut pada tahun ini tidak memiliki anak usia masuk SD.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal karena sekolah tersebut masih memiliki delapan siswa aktif.
Adapun SDN 5 Bungur juga tercatat tidak memperoleh peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027, sehingga menjadi sekolah ketiga yang mengalami kondisi serupa.
Selain sekolah yang tidak mendapat murid baru, Disdik juga mencatat sejumlah SD dengan jumlah pendaftar sangat minim. SDN 2 Sembon hanya menerima satu siswa baru, sedangkan SDN 2 Plandaan dan SDN Pucung masing-masing memperoleh dua siswa.
Di sisi lain, terdapat sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah peserta didik. SDN 2 Kedungwaru yang sebelumnya mengalami kekurangan pendaftar, tahun ini mampu menerima 11 murid baru.
Disdik menilai fenomena minimnya peserta didik di sejumlah sekolah lebih banyak dipengaruhi penurunan jumlah anak usia sekolah di beberapa wilayah serta faktor persebaran penduduk, terutama di daerah yang secara geografis memiliki jangkauan permukiman terbatas.(mis/red)


