
Tulungagung – Proyek penyusunan Detail Engineering Design (DED) pembangunan trotoar dan saluran pengering di Jalan Diponegoro, Kabupaten Tulungagung, resmi menemukan pemenang. Dari pagu anggaran sebesar Rp550 juta, nilai pekerjaan akhirnya disepakati hanya Rp383 juta setelah melalui proses seleksi dan negosiasi.
Data pengadaan menunjukkan paket Perencanaan Teknis (DED) Paket APBD D.1 Pembangunan Trotoar dan Saluran Pengering Jalan Diponegoro dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung dengan sumber dana APBD 2026.
Dalam proses tender yang diikuti 17 peserta, PT Mitra Cipta Engineering asal Surabaya ditetapkan sebagai pemenang. Perusahaan tersebut mengajukan penawaran Rp385.552.395 sebelum akhirnya turun menjadi Rp383.054.895 pada tahap negosiasi.
Nilai kontrak yang diperoleh pemenang itu terpaut cukup jauh dari pagu maupun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sama-sama dipatok Rp550 juta. Selisihnya mencapai sekitar Rp166,9 juta atau lebih dari 30 persen.
Besarnya selisih antara HPS dan nilai hasil negosiasi menjadi perhatian tersendiri. Di satu sisi, kondisi tersebut menunjukkan adanya efisiensi anggaran yang dapat mengurangi beban belanja daerah. Namun di sisi lain, hal itu juga memunculkan pertanyaan mengenai ketepatan penyusunan HPS pada tahap perencanaan awal.
Paket yang dilelang merupakan jasa konsultansi badan usaha konstruksi untuk menyusun dokumen perencanaan teknis pembangunan trotoar dan saluran pengering di ruas Jalan Diponegoro. Dokumen DED nantinya menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan fisik yang akan dikerjakan pada tahap berikutnya.(mis/red)


