Tekan Kasus Perundungan, KKN UIN SATU Desa Jeli Selipkan Pendidikan Karakter di Gudep MIN 2 Tulungagung

Tulungagung – Guna menekan angka perundungan (bullying) sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung Posko Desa Jeli menggelar kegiatan edukasi berbasis pendidikan karakter. Berlokasi di Gugus Depan (Gudep) MIN 2 Tulungagung, kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Gender, Anak, dan Disabilitas ini secara khusus menginternalisasikan nilai-nilai luhur Kepramukaan ke dalam materi pencegahan bullying.

Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan khas kepramukaan, para mahasiswa mengajak para anggota pramuka penggalang dan siaga untuk mengenali berbagai jenis bullying baik verbal, fisik,maupun sosial sekaligus tegas menolaknya.

“Pramuka itu landasan utamanya adalah Dasa Darma. Melalui Dasa Darma ke-2, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, kami tegaskan bahwa tindakan bullying sangat bertolak belakang dengan jiwa seorang Pramuka. Anggota Pramuka sejati harus melindungi, bukan menyakiti,” ujar Gading Haryo Bismoko, anggota Divisi Gender, Anak, dan Disabilitas KKN UIN SATU Desa Jeli.

Cerminan Dasa Darma, Dorong Pertemanan Sehat dan Ciptakan Sekolah Ramah Anak.

Tidak hanya sekadar memberikan materi pencegahan, kegiatan ini memanfaatkan momentum latihan Pramuka untuk mempererat rasa persaudaraan (fraternity).Siswa diajak untuk aktif bersosialisasi dan merangkul semua teman tanpa membeda-bedakan.

Nilai kepramukaan yang diselipkan dalam kegiatan ini berfokus pada beberapa poin utama melalui dinamika kelompok dan games edukatif berbasis regu, siswa MIN 2 Tulungagung diajak merasakan langsung indahnya kerja sama dan pentingnya saling menghargai.

Pihak Gugus Depan MIN 2 Tulungagung menyambut hangat kolaborasi ini. Edukasi pencegahan bullying yang diselaraskan dengan Kode Kehormatan Pramuka (Trisatya dan Dasa Darma) dinilai menjadi fondasi yang sangat kuat dalam membentuk karakter siswa yang inklusif, ramah, dan bebas dari perundungan.(ding/red)