
Tulungagung – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Darul Amin, Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang dipadukan dengan santunan bagi anak yatim tersebut menjadi wadah mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ratusan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., jajaran Forkopimcam Kalidawir, Pemerintah Desa Betak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga.
Suasana religius terasa sejak awal kegiatan melalui lantunan sholawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dan doa bersama. Momentum kebersamaan semakin terasa saat santunan diserahkan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap sesama. Acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama yang disampaikan Gus M. Ubaidillah Asyfa’i Al-Hafidz atau Gus Ubet.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah hendaknya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemajuan masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas akhlak, kepedulian sosial, dan semangat persatuan yang terus terjaga.
Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan yang mampu menghadirkan kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, tradisi pengajian seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerukunan sekaligus menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan.
“Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, mari kita tingkatkan semangat kebersamaan, saling peduli, dan gotong royong untuk membangun lingkungan yang harmonis serta mendukung kemajuan Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung berbagai program pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Peringatan Tahun Baru Islam di Desa Betak tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai kepedulian sosial, ukhuwah Islamiyah, dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Tulungagung.(mis/red)


