Rombel SD Sekolah Rakyat Tulungagung Dikurangi, Dinsos Akui Sulit Penuhi Kuota Siswa Asrama

Tulungagung – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung terus berjalan. Di tengah proses persiapan tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian jumlah rombongan belajar (rombel) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dari semula tiga rombel menjadi dua rombel.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, perubahan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan, khususnya dalam proses penjaringan calon peserta didik tingkat SD.

“Untuk jenjang SD memang disesuaikan menjadi dua rombel karena proses mendapatkan calon siswanya cukup menantang,” ujarnya.

Menurut Reni, tantangan terbesar berasal dari karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pendampingan orang tua. Sementara seluruh siswa Sekolah Rakyat nantinya diwajibkan tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang tidak mengalami perubahan, jumlah rombel pada dua jenjang tersebut tetap sesuai usulan awal. Penyesuaian hanya berlaku pada tingkat SD agar pelaksanaan program lebih realistis dengan kondisi calon peserta didik.

Meski demikian, Dinsos memastikan target pelaksanaan Sekolah Rakyat tetap berjalan. Seluruh calon siswa akan berasal dari keluarga penerima manfaat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil I dan II, kemudian diverifikasi oleh Kementerian Sosial.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, Dinsos juga akan melakukan sosialisasi langsung kepada orang tua calon siswa. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memahami konsep pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat sekaligus berbagai bentuk dukungan pemerintah bagi keluarga penerima manfaat.

Di sisi lain, pembangunan gedung Sekolah Rakyat Tulungagung juga terus dipersiapkan. Setelah survei lokasi oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum, proyek pembangunan ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026 mendatang.(mis/red)