
Tulungagung – Pendakian menuju puncak Gunung Wilis melalui jalur Jurang Senggani, Sabtu (4/7/2026), dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggelar aksi pelestarian lingkungan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turut memimpin kegiatan penanaman pohon bersama ratusan peserta sebelum perjalanan menuju puncak dimulai.
Kegiatan yang mengusung tema “Mendaki dengan Hati, Melestarikan dengan Aksi” tersebut diikuti komunitas pendaki, pengelola wisata, pemerintah desa, unsur kecamatan, hingga Ketua U-Fourty Indonesia Koordinator Wilayah Jawa Timur. Penanaman pohon dilakukan di kawasan lereng Gunung Wilis sebagai upaya menjaga tutupan hutan sekaligus memperkuat fungsi konservasi.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam harus menjadi bagian dari setiap aktivitas wisata alam. Menurutnya, Gunung Wilis bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga kawasan yang memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat.
“Jangan hanya datang untuk menikmati keindahan Gunung Wilis, tetapi kita juga harus meninggalkan jejak yang bermanfaat. Penanaman pohon ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap alam,” kata Ahmad Baharudin.
Ia mengatakan, keberhasilan menjaga kawasan pegunungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama agar kelestarian hutan tetap terjaga.
“Kalau hutannya lestari, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Sumber air tetap terjaga, risiko bencana bisa diminimalkan, dan wisata alam juga akan terus berkembang,” ujarnya.
Selain menjadi gerakan pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang promosi wisata pendakian Jurang Senggani. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap jalur pendakian tersebut semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata alam yang mengedepankan konsep konservasi dan keberlanjutan.(mis/red)


