
Tulungagung – Suara cambuk yang beradu dengan semangat para pelaku Tiban menggema di Lapangan Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Minggu (28/6/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu kembali menjadi pusat perhatian masyarakat dalam Pentas Adu Laga Seni Tradisi Tiban yang secara resmi dibuka oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Kehadiran orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu disambut hangat ribuan warga yang memadati lokasi. Sebagai tanda dimulainya pentas budaya tersebut, Ahmad Baharudin turut melakukan gerakan Tiban bersama para peserta, menciptakan suasana yang semakin semarak dan penuh antusiasme.
Ajang ini diikuti sekitar 50 paguyuban Tiban dari berbagai wilayah di Tulungagung hingga luar daerah. Mereka menampilkan kemampuan, ketangguhan fisik, dan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini melekat pada tradisi Tiban sebagai salah satu warisan budaya khas Tulungagung.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Tiban bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Tiban merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, kebersamaan, dan kearifan lokal. Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan budaya sebagai upaya menjaga jati diri daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.
“Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri bangsa. Saya mengapresiasi seluruh paguyuban, panitia, dan masyarakat yang terus merawat tradisi Tiban hingga tetap hidup seperti sekarang,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Forkopimcam Bandung, Kepala Desa Gandong, Ketua Paguyuban Tiban Joyo Kusumo, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung.
Melalui penyelenggaraan Pentas Adu Laga Seni Tradisi Tiban ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung.(mis/red)


