Dari Balik Jeruji untuk Masyarakat, Warga Binaan Lapas Tulungagung Renovasi Rumah Tak Layak Huni

Tulungagung – Kepedulian terhadap masyarakat ditunjukkan oleh Lapas Kelas IIB Tulungagung melalui program renovasi rumah tidak layak huni milik warga di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Senin (22/6/2026). Menariknya, pekerjaan renovasi tersebut dikerjakan langsung oleh warga binaan yang telah memiliki sertifikasi keterampilan pertukangan.

Rumah milik Sri Muzayanah menjadi sasaran pertama dalam program sosial tersebut. Selama bertahun-tahun, perempuan berusia 46 tahun itu bersama suami dan anak-anaknya tinggal di rumah sederhana dengan kondisi yang memerlukan perbaikan di sejumlah bagian.

Kini, setelah mendapat sentuhan renovasi, kondisi rumahnya berubah menjadi lebih nyaman dan layak ditempati. Salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah perbaikan lantai rumah yang sebelumnya hanya berupa semen.

“Dulu lantai rumah hanya di semen saja. Sekarang sudah direnovasi menggunakan keramik,” ujarnya.

Sri mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, renovasi tersebut membawa perubahan besar bagi kenyamanan keluarganya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Sangat senang, sekarang rumah lebih bagus dan ideal untuk ditinggali anak-anak,” terangnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang berasal dari dana sosial yang dihimpun para pegawai Lapas Tulungagung.

“Anggaran berasal dari dana sosial pegawai Lapas. Totalnya sekitar 10 juta untuk membeli berbagai macam material rumah,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah mereka peroleh selama menjalani pembinaan di dalam lapas. Sebanyak tujuh warga binaan yang telah mengantongi sertifikat pertukangan diterjunkan dalam pengerjaan renovasi tersebut.

“Proses renovasi melibatkan tujuh warga binaan yang sudah memiliki sertifikasi pertukangan,” ungkapnya.

Meski melibatkan warga binaan, pelaksanaan pekerjaan tetap berada dalam pengawasan ketat petugas lapas. Renovasi dilakukan dengan target penyelesaian selama lima hari kerja.

“Ada beberapa bagian rumah yang direnovasi. Mulai dari lantai, dinding hingga menambah ruang ibadah,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, pihak lapas berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan warga binaan mampu menghasilkan keterampilan yang berguna bagi lingkungan sekitar.

“Rencana kami program renovasi rumah akan dilakukan secara berkala setiap tahunnya,” pungkasnya.(mis/red)