
Tulungagung – Dua peristiwa kebakaran yang menimpa kandang ternak terjadi secara beruntun di Kabupaten Tulungagung pada Minggu (19/7/2026) malam hingga Senin (20/7/2026) dini hari. Dalam rentang waktu sekitar dua jam, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung harus menangani dua lokasi berbeda, yakni kandang ayam di Kecamatan Kedungwaru dan kandang sapi di Kecamatan Bandung.
Insiden pertama terjadi sekitar pukul 23.45 WIB di sebuah kandang ayam milik Abdul Munir di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap sebagian besar bangunan beserta ribuan unggas di dalamnya.
Kasi Pemadam dan Evakuasi DPKP Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan begitu menerima laporan, petugas langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki penyuplai air.
“Petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Saat tiba, kondisi api sudah cukup besar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api setelah berjibaku melakukan pemadaman selama kurang lebih dua jam. Peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kebakaran skala besar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas LPG yang digunakan sebagai pemanas kandang. Akibatnya, sekitar 2.100 ekor ayam dan 1.000 ekor anak ayam tidak dapat diselamatkan.
“Kerugian yang dialami pemilik diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta,” jelas Bambang.
Belum lama setelah penanganan kebakaran pertama selesai, petugas kembali menerima laporan kebakaran lainnya sekitar pukul 02.10 WIB. Kali ini api membakar kandang sapi milik warga di Desa Kesambi, Kecamatan Bandung.
Berbeda dengan kejadian sebelumnya, kobaran api di lokasi kedua dapat segera dikendalikan sehingga tidak sempat meluas. Seluruh ternak sapi berhasil diselamatkan meski sebagian bangunan kandang mengalami kerusakan.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan api diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar kandang. Api kemudian merembet ke bangunan yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di dekat kandang maupun bangunan lain yang mudah terbakar. Langkah sederhana ini dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.(mis/red)


