506 Ribu Sasaran Sensus Ekonomi 2026 di Tulungagung Didata, Honor Petugas Capai Rp11,3 Juta

Tulungagung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung menargetkan pendataan terhadap sekitar 506.000 sasaran dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sasaran tersebut meliputi rumah tangga hingga pelaku usaha yang didatangi langsung oleh petugas guna memperoleh gambaran kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh, (14/7/2026)

Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari, mengatakan pendataan dilakukan secara door to door agar data yang diperoleh akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan.

“Petugas harus mendata sekitar 506 ribu sasaran yang terdiri dari rumah tangga dan pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi di Tulungagung telah mencapai sekitar 45 persen. Dari hasil pendataan sementara, sektor industri masih menjadi penopang utama aktivitas perekonomian di Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, BPS menegaskan hasil tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring bertambahnya cakupan pendataan.

BPS menargetkan seluruh rangkaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal, yakni 31 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan sensus tersebut, BPS juga menyiapkan honor bagi para petugas yang bersumber dari APBN. Petugas pendataan lapangan akan menerima honor sebesar Rp10,7 juta, sedangkan petugas pengawas lapangan memperoleh Rp11,3 juta selama masa kontrak.

“Honor akan dibayarkan setelah seluruh proses pendataan dan verifikasi dinyatakan selesai atau clear,” kata Dyah.

Untuk menyelesaikan target pendataan tersebut, BPS Tulungagung menerjunkan 1.145 petugas yang direkrut melalui sistem kontrak selama sekitar 2,5 bulan. Selain melakukan pendataan, para petugas juga bertanggung jawab memastikan kualitas data yang dikumpulkan. Apabila pada tahap verifikasi ditemukan ketidaksesuaian atau anomali, petugas diwajibkan melakukan pemeriksaan ulang agar hasil sensus benar-benar akurat.

Menurut Dyah, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hingga kini berlangsung relatif lancar. Meski masih terdapat sebagian masyarakat yang awalnya ragu menerima petugas sensus, proses pendataan tetap berjalan kondusif berkat dukungan pemerintah desa dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung.(mis/red)