
Tulungagung – Aktivitas di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung untuk sementara terhenti selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat ribuan relawan yang selama ini bertugas mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjalani masa jeda kerja.
Penghentian operasional dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian layanan selama peserta didik menjalani liburan semester.
Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika, menuturkan bahwa kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak sekolah memasuki masa libur dan akan berlangsung hingga awal tahun ajaran baru.
“Selama masa libur sekolah, operasional dapur SPPG dihentikan sementara kurang lebih selama tiga minggu,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Di Tulungagung sendiri terdapat 129 dapur SPPG yang selama ini melayani program pemenuhan gizi bagi siswa. Dengan jumlah relawan rata-rata 48 orang di setiap dapur, penghentian sementara tersebut berdampak pada lebih dari 6.000 tenaga kerja.
Berdasarkan perhitungan BGN, sedikitnya 6.192 relawan harus dirumahkan selama dapur tidak beroperasi.
“Jumlah relawan yang terdampak memang cukup banyak, karena seluruh dapur SPPG di Tulungagung mengikuti kebijakan yang sama,” kata Sebrina.
Selain tidak menjalankan aktivitas kerja, para relawan juga tidak menerima honor selama masa penghentian operasional berlangsung. Sebab, tidak ada kegiatan produksi maupun distribusi makanan yang menjadi dasar pelaksanaan tugas mereka.
“Selama tidak ada aktivitas di dapur, maka honor relawan juga tidak dibayarkan,” jelasnya.
Meski demikian, penghentian ini hanya bersifat sementara. Badan Gizi Nasional telah menjadwalkan operasional dapur SPPG kembali berjalan pada 13 Juli 2026 atau setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.
Dengan dibukanya kembali sekolah nantinya, program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung juga akan kembali dilaksanakan sebagaimana sebelumnya.(mis/red)


