
Tulungagung – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, memberikan edukasi fiqih perempuan kepada siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) PSM Jeli sebagai upaya mencegah kenakalan remaja dan membekali mereka dengan pemahaman tentang batas pergaulan, (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana, M.Pd.I., akademisi, dosen, sekaligus aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebagai narasumber.
Dalam materi yang disampaikan, para siswi diberikan pemahaman mengenai perubahan fisik dan tanggung jawab keagamaan ketika memasuki masa akil baligh. Mereka juga diajak memahami batas pergaulan dengan lawan jenis serta pentingnya menjaga kehormatan diri.
Nita menekankan bahwa fiqih perempuan bukan bertujuan membatasi ruang gerak perempuan. Sebaliknya, pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal agar perempuan mampu menjalani kehidupan sosial, pendidikan, maupun karier dengan tetap menjaga nilai dan kehormatan diri.
“Perempuan memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya dan mengejar cita-citanya. Fiqih perempuan hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, melainkan sebagai panduan agar perempuan tahu bagaimana menjaga kehormatan dirinya saat melangkah maju di dunia karier maupun sosial,” tegas Nita.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus anggota Divisi Gender, Anak, dan Disabilitas KKN, Gading Haryo Bismoko, mengatakan pendekatan edukatif dan perhatian dari lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah kenakalan remaja.
Menurutnya, energi yang dimiliki remaja perlu diarahkan ke kegiatan positif sehingga tidak berkembang menjadi perilaku yang merugikan.
“Kenakalan remaja tidak selalu berarti anak tersebut memang nakal. Mereka memiliki energi yang besar, tetapi terkadang belum mampu mengekspresikannya dengan tepat. Karena itu, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan agar energi tersebut dapat diarahkan pada hal-hal yang positif,” ungkap Gading.
Selain penyampaian materi, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi diri. Para siswi diajak mengevaluasi diri, berdamai dengan pengalaman masa lalu, serta membangun keyakinan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tim KKN Desa Jeli berharap edukasi tersebut dapat membantu para siswi memahami batas pergaulan, menjaga diri, sekaligus tetap berani menuntut ilmu dan meraih cita-cita.(ding/red)


