Petani 68 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Campurdarat

Tulungagung – Seorang petani berinisial S (68), warga Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pinggir Sungai Parit Agung, Desa Gedangan, Minggu (06/09/2026) pagi.

Korban ditemukan oleh istrinya sekitar pukul 05.30 WIB dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa Gedangan dan diteruskan ke Polsek Campurdarat sekitar pukul 05.46 WIB.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Campurdarat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Penanganan kemudian melibatkan Pamapta Polres Tulungagung, Unit Inafis serta petugas medis Puskesmas Campurdarat. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolsek Campurdarat AKP Marsid membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan. Kami juga berkoordinasi dengan Inafis Polres Tulungagung serta petugas medis untuk memastikan kondisi korban,” ujar AKP Marsid.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui keluar dari rumah pada Sabtu (05/09/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Istri korban sempat mengira S pergi melihat karnaval di Desa Besole, Kecamatan Besuki.

Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah. Keesokan paginya, istrinya kemudian mencari keberadaan korban dan menemukan S sudah meninggal dunia di area persawahan.

“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat sakit saraf atau stroke yang sudah diderita sekitar empat tahun,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan anggota keluarga yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat gangguan kesehatan, terutama apabila keluar rumah dan belum kembali dalam waktu yang tidak biasa.(mis/red)