BGN Belum Suspen SPPG Tanjungsari 1, Tunggu Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG

Tulungagung – Badan Gizi Nasional (BGN) belum mengambil langkah untuk menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, meski sekitar 200 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami diare yang diduga berkaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Korwil BGN Tulungagung, Habibi, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru tersebut.

Menurutnya, BGN tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru sebelum ada kepastian apakah kasus tersebut memang disebabkan oleh makanan dari program MBG atau faktor lainnya.

“Kami tidak ingin terburu-buru melakukan penghentian sementara SPPG Tanjungsari 1. Penyebab kejadian ini harus dipastikan terlebih dahulu,” kata Habibi, Kamis (17/9/2026).

Habibi menjelaskan, BGN akan berkoordinasi dengan Satgas MBG Tulungagung untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. Hasil pemeriksaan sampel makanan juga akan menjadi bagian dari proses investigasi.

“Harus dipastikan dulu apakah benar disebabkan oleh menu MBG atau ada faktor lain. Setelah hasil investigasi dan pemeriksaan keluar, baru bisa ditentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan bahwa gangguan kesehatan tersebut berasal dari menu MBG yang diproduksi SPPG Tanjungsari 1, BGN akan mengambil tindakan berupa penghentian sementara operasional SPPG tersebut.

“Kalau nanti terbukti memang disebabkan oleh MBG, tentu SPPG Tanjungsari 1 akan kami suspen,” tegasnya.

Sementara itu, Satgas MBG Tulungagung bersama Polres Tulungagung telah mengambil sampel menu MBG dari SPPG Tanjungsari 1. Sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kandungan makanan sekaligus memastikan penyebab kejadian.

Sebelumnya, sekitar 200 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu dilaporkan mengalami keluhan mulai dari mual hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG. Sejumlah siswa bahkan mendapat penanganan di UKS dengan pendampingan dokter.(mis/red)