
Tulungagung – Proses tender jasa konsultansi untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau Perencanaan Teknis Paket APBD D.3 Rekonstruksi Jalan Ruas Rejosari–Sine resmi rampung. Berdasarkan data Layanan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tender dengan nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp650 juta telah menetapkan pemenang setelah melalui tahapan seleksi prakualifikasi.
Paket pekerjaan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung tersebut memiliki kode tender 10105108000 dan diperuntukkan untuk penyusunan dokumen teknis rekonstruksi jalan pada ruas Rejosari–Sine.
Dalam hasil akhir tender, PT Dhiratama Cipta Persada yang beralamat di Kota Malang ditetapkan sebagai pemenang. Perusahaan tersebut mengajukan penawaran sebesar Rp564.435.000, yang kemudian setelah proses negosiasi menjadi Rp563.935.500.
Nilai kontrak hasil negosiasi tersebut lebih rendah sekitar Rp86 juta dibandingkan pagu anggaran yang disediakan pemerintah daerah sebesar Rp650 juta. Dengan demikian, terdapat efisiensi anggaran sekitar 13,24 persen dari nilai pagu paket.
Data tender juga menunjukkan bahwa paket ini mendapat cukup banyak perhatian dari pelaku usaha jasa konsultansi. Tercatat sebanyak 17 peserta mengikuti proses seleksi yang menggunakan metode prakualifikasi dua file dengan penilaian kualitas dan biaya. Dalam mekanisme ini, aspek teknis memiliki bobot dominan sebesar 80 persen, sementara aspek biaya berbobot 20 persen.
Pekerjaan yang ditenderkan bukan pekerjaan fisik pembangunan jalan, melainkan penyusunan dokumen perencanaan teknis atau DED yang akan menjadi dasar pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan di masa mendatang. Dokumen tersebut umumnya mencakup desain teknis, spesifikasi pekerjaan, perhitungan volume, hingga estimasi biaya konstruksi.
Selesainya proses tender DED ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Pemerintah Kabupaten Tulungagung melanjutkan agenda rekonstruksi Jalan Rejosari–Sine. Keberadaan dokumen perencanaan yang matang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan proyek fisik secara lebih tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan di lapangan.(mis/red)


