Jogo Tulungagung Digelar di Pagerwojo, Plt Bupati Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas

Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Pagerwojo memperkuat sinergi dan gotong royong dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Jogo Tulungagung yang digelar di Kecamatan Pagerwojo, Minggu (20/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, pemerintah desa, serta unsur Forkopimcam.

Ahmad Baharudin mengatakan, gerakan Jogo Tulungagung merupakan bagian dari semangat Jaga Indonesia yang perlu diperkuat hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat.

“Jogo Tulungagung ini secara nasional adalah Jaga Indonesia. Di Tulungagung kita sudah sepakat dan bahkan sudah berikrar Jogo Tulungagung. Selanjutnya semangat ini juga akan diperkuat melalui Jogo Deso,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan menjaga kebersamaan di wilayah.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan, meningkatkan gotong royong, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Menjaga kondusivitas harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan masing-masing. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa menciptakan Tulungagung yang aman, damai, dan kondusif,” katanya.

Ahmad Baharudin juga menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam melihat dan merespons berbagai persoalan yang berkembang di wilayah.

“Pemerintah harus hadir di masyarakat dalam keadaan apa pun, karena para pejabat ini pada dasarnya mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko menyampaikan sejumlah kondisi dan potensi wilayah Pagerwojo. Salah satunya terkait peran masyarakat dalam membantu penanganan infrastruktur jalan melalui gotong royong.

Wahyu menyebut masyarakat telah mengumpulkan sekitar 21 ton material yang digunakan untuk membantu menambal sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Sekitar 21 ton material berhasil dikumpulkan dan digunakan untuk membantu menambal jalan raya. Ini merupakan hasil gotong royong masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian, terutama jalan yang berlubang dan bergelombang di wilayah Segawe hingga Gambiran.

Selain membahas kondisi wilayah, kegiatan Jogo Tulungagung juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi serta aktivitas masyarakat Kecamatan Pagerwojo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tulungagung Hari Prastijo, Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko, unsur Forkopimcam, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, para kepala desa se-Kecamatan Pagerwojo, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, serta media.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati juga menyampaikan rencana pengembangan program Satu Desa Satu Program di Kabupaten Tulungagung sebagai bagian dari upaya mendorong potensi dan kegiatan di masing-masing desa.(mis/red)