
Sukamara – Informasinya kelangkaan dan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis subsidi, kian mencekik kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten Sukamara.
Ironisnya, saat warga kesulitan, sebuah informasi dari media massa menyoroti adanya dugaan praktik penyelewengan di hilir distribusi.
Melansir pemberitaan dari media massa, terkait dugaan penyelewengan distribusi BBM ini menyasar SPBU BUMD 64-747-02 yang berlokasi di Desa Lupu, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara.
Dalam tayangan pemberitaan media tersebut, diberitakan bahwa modus operandi yang ditemukan awak media di lapangan pada Rabu (22/7/2026) siang adalah dengan memasang papan pengumuman bertuliskan ” DALAM PENGIRIMAN “.

Namun di saat bersamaan, oknum petugas SPBU justru terekam kamera sibuk memindahkan BBM ke dalam drum dan jerigen di area dalam pom bensin.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam, mengingat warga setempat yang rata – rata bergantung hidup dari penghasilan roda ekonomi kebun plasma kelapa sawit saja harus menebus BBM dengan harga yang hampir tidak terjangkau apabila membeli di luar SPBU.
Berdasarkan kronologi pemberitaan sebelumnya, surat konfirmasi yang dilayangkan sejak 24 Juli lalu kepada PT. Bangun Sukma Jaya (PT.BSJ) tidak mendapatkan respons dari Eko Rahardjo direktur PT.BSJ pengelola SPBU BUMD 64-747-02.(Dewipus/Jani)


